Tawaran kedua
Jasa Apa yang Dibutuhkan UMKM Selain Website? Jawabannya Sudah Ditulis Pelanggannya.
Daftar jasa digital yang beredar menyuruhmu menawarkan semuanya. Padahal ulasan di Google Maps sudah menunjuk satu hal yang paling mengganggu usaha itu, lengkap dengan buktinya.
Isi tulisan
- Daftar jasa itu benar, dan justru itu masalahnya
- Yang dibaca calon pembeli sebelum datang
- Tujuh hal di profil Maps yang menunjuk ke satu tawaran
- Cara menyebutnya tanpa menyinggung
- Kalau membacanya mau dipangkas
- Yang tetap kerjamu
- Yang biasanya ditanyakan sebelum mulai
- Satu usaha, satu kalimat, minggu ini
Kamu sudah mengirim contoh halaman ke sebuah rumah makan, dan balasannya datang cepat: "Makasih, Mas, tapi kami sudah punya website." Atau lebih baik lagi, halamannya sudah jadi dan sudah dibayar, dan sekarang kamu bertanya-tanya apa yang bisa ditawarkan sesudahnya ke orang yang sudah percaya padamu.
Lalu kamu mencari jasa apa yang dibutuhkan UMKM, dan hasilnya hampir seragam: desain logo, desain kemasan, foto produk, kelola media sosial, SEO. Daftarnya masuk akal. Semuanya memang dibutuhkan usaha kecil. Masalahnya, daftar itu tidak bilang usaha mana butuh yang mana.
Daftar jasa itu benar, dan justru itu masalahnya
Daftar seperti itu menjawab pertanyaan "jasa apa saja yang ada". Pemilik rumah makan tidak sedang menanyakan itu. Pertanyaannya lebih sempit: apa yang minggu ini bikin saya kehilangan pembeli.
Kalau kamu datang membawa menu lima jasa, kamu menyuruh dia memilih. Orang yang disuruh memilih dari lima hal yang semuanya terdengar penting biasanya memilih yang keenam: nanti dulu. Orang jarang membeli kategori jasa. Mereka membayar supaya satu hal yang mengganggu berhenti mengganggu.
Dari luar, usaha-usaha di satu jalan kelihatan mirip, seperti deretan keran di bak cuci yang sama. Yang membedakan biasanya satu keran yang menetes. Pemiliknya sudah lama terbiasa dengan bunyinya. Tamunya tidak.
Kabar baiknya, tetesan itu sering sudah dicatat orang lain, di tempat yang terbuka untuk umum, lengkap dengan tanggalnya. Namanya ulasan Google Maps.
Yang dibaca calon pembeli sebelum datang
Ulasan bukan cuma dibaca pemiliknya. Calon pembeli membacanya, termasuk membaca apakah pemiliknya menjawab.
konsumen di Amerika Serikat mengaku enggan memakai usaha yang sama sekali tidak membalas ulasannya. Surveinya dilakukan di sana, bukan di sini, jadi anggap ini arah, bukan ukuran pasti untuk kotamu.
Local Consumer Review Survey 2026 dari BrightLocal, panel 1.002 orang dewasa di Amerika Serikat, terbit Februari 2026.
responden survei yang sama mengaku membuka website sebuah usaha sesudah membaca ulasan yang baik tentangnya. Artinya usaha yang ulasannya bagus tapi tidak punya website kehilangan orang tepat di langkah sesudah orang itu yakin.
Local Consumer Review Survey 2026, BrightLocal.
Google menulis hal yang searah untuk urusan peringkat di Maps. Profil yang lengkap dan akurat lebih mungkin muncul waktu orang mencari usaha di sekitarnya, jumlah ulasan dan rating yang baik ikut menentukan, dan membalas ulasan disebut terang-terangan sebagai salah satu hal yang bisa dikerjakan pemiliknya.
Hitungan untuk kamu sendiri lebih sederhana lagi. Menawarkan jasa kedua ke usaha yang sudah kamu kenal tidak memakan waktu mencari. Nomornya sudah ada, usahanya sudah kamu pelajari, dan kalau dia pernah membayarmu, dia sudah tahu kamu bukan penipu. Bagian yang paling mahal dari menjual jasa, yaitu menemukan orang yang mau mendengar, sudah lewat.
Tujuh hal di profil Maps yang menunjuk ke satu tawaran
Buka profil usahanya di Google Maps, lalu baca bukan sebagai pembeli, tapi sebagai orang yang mencari satu hal yang belum beres. Ini yang saya cari, dan tawaran yang biasanya menyusul:
- Ulasan tanpa balasan
- Ambil sepuluh ulasan terakhir, hitung berapa yang dibalas pemiliknya. Kalau cuma satu atau dua, tawarannya membalas ulasan secara rutin. Pemiliknya biasanya tahu ini perlu, dan tidak pernah sempat.
- Foto sedikit
- Di bawah lima foto, atau isinya cuma foto kiriman pelanggan yang gelap dan miring. Tawarannya foto tempat dan produk, diunggah atas nama pemilik.
- Jam buka atau layanan kosong
- Jam buka tidak lengkap, tanpa deskripsi, tanpa daftar menu atau layanan. Tawarannya merapikan profil Google Bisnis. Pekerjaannya kecil, dan hasilnya langsung kelihatan.
- Keluhan yang berulang
- Dua ulasan atau lebih mengeluhkan hal yang sama: antre lama, parkir susah, pelayanan jutek. Satu ulasan itu curhat, dua itu pola. Keluhan antrean mengarah ke pemesanan lewat WhatsApp atau reservasi. Keluhan parkir mengarah ke petunjuk arah dan info parkir yang jelas, di profil maupun di website.
- Tertinggal dari tetangga
- Dua pesaing terdekat ratingnya jelas lebih tinggi. Tawarannya soal reputasi: cara meminta ulasan dari pelanggan yang puas. Bukan membeli ulasan.
- Belum diklaim
- Di profilnya masih ada ajakan untuk mengklaim usaha itu. Tawarannya membantu klaim dan verifikasi. Google sendiri menulis bahwa foto yang diunggah pemilik baru tampil sesudah profilnya terverifikasi.
- Ramai, tapi tanpa website
- Ratusan ulasan dengan rating tinggi, dan kolom website kosong. Ini tetap tawaran website, cuma sekarang kamu punya alasan yang bisa disebut: orang sudah yakin dari ulasannya, lalu tidak punya tempat untuk melangkah berikutnya.
Dua aturan yang membuat cara ini jujur. Pertama, baca teks ulasannya, bukan deretan kata kunci yang dipajang Google di atasnya. Kata kunci itu kebanyakan pujian, karena memang begitu kebanyakan orang menulis. Keluhan tersembunyi di kalimatnya. Kedua, jangan tawarkan yang tidak bisa kamu kerjakan. Kalau keluhannya soal kebersihan dapur, itu bukan pekerjaan orang yang menjual website.
Kalau kamu bisa membangun perangkat lunak, keluhan yang berulang membuka pintu yang lebih besar dari sekadar halaman. Contoh bentuknya ada di karya saya: OneSik, misalnya, dibangun supaya tamu restoran bisa memesan lewat aplikasi chat yang sudah ada di ponselnya, tanpa memasang apa pun.
Cara menyebutnya tanpa menyinggung
Keluhan pelanggan itu bahan yang sensitif. Pemilik mana pun akan tersinggung kalau orang asing datang membacakan ulasan terburuknya. Jadi yang kamu sebut hitungannya, bukan kutipannya.
- Jangan
- "Pak, banyak yang bilang pelayanannya jutek." Itu penilaian, dan kamu yang menilai belum pernah makan di sana.
- Begini
- "Pak, dari sepuluh ulasan terakhir di Maps, delapan belum dibalas. Saya bisa bantu membalasnya tiap minggu, supaya orang yang membaca tahu pemiliknya mendengar." Itu fakta yang bisa dia periksa sendiri dalam semenit, dan tawarannya menempel langsung di belakangnya.
Susunan chat pertamanya saya tulis lebih panjang di tulisan soal chat pertama. Aturannya sama: satu orang, satu pesan, dan pesannya menyebut sesuatu yang memang milik dia.
Kalau membacanya mau dipangkas
Membaca satu profil seperti di atas tidak lama. Membaca empat puluh profil dari satu pencarian, lalu mencatat semuanya, itu lain cerita. Biasanya di situ orang berhenti.
SiteFrenz, alat yang saya buat untuk penjual website, membaca hal-hal yang sama waktu memindai sebuah usaha sampai ke tab ulasan dan galerinya. Hasilnya muncul di rak Kebutuhan pada tiap calon klien. Yang berubah buat kamu:
- Tiap tawaran datang dengan buktinya. Bukan "coba tawarkan jasa balas ulasan", tapi kalimat seperti "7 dari 9 ulasan terakhir tanpa balasan pemilik". Artinya kalimat pembuka chatmu sudah jadi, dan itu kalimat yang bisa dia periksa sendiri.
- Keluhan baru dihitung kalau muncul di dua ulasan atau lebih. Artinya satu pelanggan yang sedang kesal tidak kamu bawa ke hadapan pemiliknya sebagai pola.
- Kebutuhan dipilah ke dua rak. Yang cocok dengan keahlianmu masuk rak Bisa kamu kerjakan, dan keahlian itu dibaca dari CV-mu, bukan dari pengakuan. Sisanya masuk rak Bisa kamu carikan, lengkap dengan tombol untuk mencari pemasoknya. Artinya orang yang menjual website tidak disuruh menawarkan jasa kebersihan sebagai pekerjaannya sendiri, tapi peluang itu juga tidak hilang.
- Tiap kebutuhan diberi angka seberapa butuh, beserta dasarnya. Artinya kamu tahu mana yang layak ditawarkan duluan, dan kenapa.
- Tawaran tanpa bukti tetap muncul, tapi ditandai sebagai tawaran umum untuk jenis usaha itu. Artinya kamu tidak akan keliru menyebut tebakan sebagai temuan. Kekeliruan seperti itu cara tercepat kehilangan kepercayaan di telepon pertama.
- Usaha yang belum dipindai sampai ke ulasannya ditulis "belum diperiksa", bukan "tidak ada masalah". Artinya kamu tidak akan bilang ke pemiliknya profilnya sudah beres padahal belum ada yang membacanya.
Dasarnya aturan biasa yang dihitung di browsermu dari data yang sudah terbaca. Kalau kamu menjalankan analisa AI, sarannya tampil sebagai kartu tersendiri, lengkap dengan kutipan dan sumber yang jadi buktinya, dan kutipan yang tidak ada di sumbernya dibuang. Tiap tawaran punya tombol untuk membuka WhatsApp atau menyalin kalimatnya.
Lihat dulu alatnya sebelum memutuskan
Halaman produknya menyebutkan semuanya, termasuk yang tidak enak: butuh Chrome di komputer, dipasang dari berkas dan bukan dari Chrome Web Store, dan tidak ada pengembalian uang. Rp 175 ribu untuk setahun.
Lihat SiteFrenzYang tetap kerjamu
Alat ini menunjuk. Sisanya tidak ikut dikerjakan, dan saya lebih suka kamu tahu itu sebelum membayar.
- Membaca ulang keluhannya. Keluhan dikenali dari daftar kata, bukan dari memahami kalimat. Ulasan yang bilang "tempatnya sama sekali tidak kotor" ikut terhitung menyinggung kebersihan. Syarat dua ulasan mengurangi salah hitung seperti itu, tapi tidak menghapusnya. Baca dulu ulasannya sebelum kamu menyebut angkanya.
- Ulasan dalam bahasa lain. Daftar katanya berbahasa Indonesia dan sebagian Inggris. Keluhan yang ditulis dalam bahasa lain lewat begitu saja.
- Mengerjakan jasanya. Membalas ulasan atas nama pemilik butuh akses ke profil bisnisnya, dan akses itu dia yang memberikan. Untuk foto tempat, kamu harus datang ke sana.
- Menentukan harganya. Saya tidak tahu harga wajar jasa balas ulasan di kotamu, dan tidak akan mengarangnya di sini.
Yang biasanya ditanyakan sebelum mulai
- Bukankah pemiliknya bisa membalas ulasan sendiri?
- Bisa, dan gratis. Yang kamu jual bukan kemampuan membalas, tapi kebiasaan membalas tiap minggu tanpa lupa. Kalau ternyata dia sanggup melakukannya sendiri dengan rutin, bagus. Kamu sudah memberinya saran yang berguna, dan orang ingat siapa yang memberi saran berguna tanpa menagih.
- Apa tidak aneh menawarkan hal yang bukan website?
- Aneh kalau datang tanpa alasan. Tidak aneh kalau kamu menyebut apa yang kamu lihat di profilnya dan berapa banyaknya. Orang menerima tawaran yang berangkat dari keadaannya sendiri.
- Kalau dia sudah punya website, masih ada yang bisa ditawarkan?
- Sering iya. Punya website tidak berarti profil Maps-nya ikut rapi, karena dua hal itu diurus di tempat yang berbeda. Periksa tujuh hal di atas, lalu lihat berapa yang masih terbuka.
- Berapa yang bisa saya dapat dari satu usaha?
- Saya tidak tahu, dan siapa pun yang menyebut angka pasti sedang mengarang. Yang bisa dipastikan cuma ongkos mencarinya. Untuk usaha yang sudah kamu kenal, ongkos itu nol.
Satu usaha, satu kalimat, minggu ini
- Pilih satu usaha yang sudah kamu kenal. Klien lama, atau yang pernah membalas chatmu walaupun menolak.
- Buka profil Maps-nya dan baca sepuluh ulasan terakhir. Catat berapa yang dibalas, berapa foto yang ada, dan keluhan apa yang muncul lebih dari sekali.
- Pilih satu temuan saja. Yang paling jelas angkanya, dan yang memang bisa kamu kerjakan.
- Tulis satu kalimat berisi temuan itu, lalu satu kalimat tawaran. Tanpa daftar jasa, tanpa paket.
- Kirim ke satu orang itu. Tunggu jawabannya sebelum menulis yang kedua.
Tidak perlu membeli apa pun untuk ini. Kalau dari satu kalimat itu dia bertanya harga, kamu sudah tahu cara ini bekerja. Kalau belum punya daftar usaha sama sekali, mulai dari cara mencari usaha yang belum punya website.
Mulai dari daftar yang sudah bercerita
Rp 175 ribu untuk setahun, tanpa batas jumlah lead. Pembeliannya di situs SiteFrenz sendiri. Kalau kamu belum yakin, chat dulu dan ceritakan jasa apa saja yang bisa kamu kerjakan. Kalau menurut saya alat ini belum cocok buat kamu, itu yang akan saya bilang.
Sumber
- BrightLocal, Local Consumer Review Survey 2026 (panel 1.002 orang dewasa di Amerika Serikat)
- Bantuan Profil Bisnis Google, Tips untuk meningkatkan peringkat lokal di Google
- Bantuan Profil Bisnis Google, Mengelola foto dan video Profil Bisnis
- Bantuan Profil Bisnis Google, Tentang pembaruan foto dari pelanggan
Tulisan lain
- Klien luar negeri Cara Dapat Klien Luar Negeri untuk Jasa Website. Bukan Lewat Lelang di Marketplace. Saran yang beredar menyuruhmu buka lapak di Fiverr. Ada jalan yang sama dengan caramu mencari klien di kota sendiri, asal kamu tahu dulu aturan pesan pertama di negara tujuanmu.
- Foto dan ulasan Bolehkah Pakai Foto dan Ulasan Google Maps untuk Website Klien? Datanya Boleh, Fotonya Belum Tentu. Jawaban yang beredar bilang boleh asal sumbernya dicantumkan. Undang-undangnya tidak berkata begitu. Ini garisnya, siapa yang perlu dimintai izin, dan urutan yang aman sampai serah terima.
- Cari klien Cara Menemukan Usaha yang Belum Punya Website. Metodenya Gratis, yang Mahal Waktunya. Google Maps sudah memberi tahu siapa yang belum punya website, terang-terangan, di tiap listing. Yang berat bukan membacanya, melainkan mengulanginya dua ratus kali.