Percakapan WhatsApp
OneSik: memesan di restoran lewat percakapan WhatsApp biasa
Tamu mengetik apa yang dia mau. Tidak ada aplikasi yang harus dipasang, dan tidak ada menu yang harus digulir sampai bawah.
Isi halaman
Apa itu OneSik
OneSik adalah concierge WhatsApp untuk restoran dan kafe. Tamu mengetik apa yang dia mau di aplikasi chat yang sudah ada di ponselnya, dan percakapan itu yang menjadi pesanan. Tidak ada aplikasi yang harus diunduh, tidak ada akun yang harus dibuat, dan tidak ada daftar menu yang harus digulir sampai bawah untuk menemukan satu hal.
Produknya tayang di onesik.atech.software, lengkap dengan sisi pengelola untuk pemilik tempat.
Masalah yang dikerjakan
Restoran yang ingin menerima pesanan digital biasanya diminta memilih antara dua hal yang sama-sama mahal: menyuruh tamunya memasang aplikasi, atau menyerahkan sebagian hasil penjualan ke lapak yang sudah punya banyak pengguna. Yang pertama hampir tidak pernah berhasil untuk satu tempat makan; yang kedua berhasil, tapi ongkosnya jalan terus.
Padahal saluran yang dipakai hampir semua orang di Indonesia sudah ada di ponsel tamu sejak lama. Yang belum ada bukan salurannya, tapi sesuatu yang sanggup mengubah kalimat sehari-hari jadi pesanan yang rapi di sisi dapur.
Yang kami bangun
Sambungan ke WhatsApp berjalan lewat gerbang tersendiri yang menjaga sambungan nomor WhatsApp restoran tetap hidup. Pesan yang masuk dibaca sebagai kalimat manusia, bukan sebagai nomor menu, karena tamu memang tidak mengetik nomor menu.
Pola percakapan yang sudah pernah muncul disimpan sebagai vektor, jadi cara orang menyebut satu hal dengan banyak kalimat berbeda tidak perlu ditebak ulang setiap kali. Di sisi pengelola ada dasbor untuk pemilik tempat, dan satu pemasangan bisa melayani lebih dari satu lokasi.
Fungsi utamanya
- Pemesanan lewat percakapan WhatsApp, tanpa tamu perlu memasang aplikasi.
- Kalimat sehari-hari dibaca jadi pesanan, bukan tamu memilih nomor menu.
- Simpanan pola percakapan sebagai vektor, supaya ragam kalimat yang sama dikenali.
- Dasbor pengelola untuk pemilik tempat.
- Dukungan banyak lokasi dalam satu pemasangan.
Teknologi yang dipakai
- Layanan aplikasi
- NestJS
- Antarmuka pengelola
- Vite
- Gerbang WhatsApp
- WAHA
- Simpanan vektor
- ChromaDB
- Antrean dan singgahan
- Redis
- Pengemasan layanan
- Docker
Pertimbangan teknis yang menentukan bentuknya
Gerbang WhatsApp adalah bagian yang paling rapuh.
Sesi nomor bisa putus karena hal yang tidak ada hubungannya dengan kode: ponsel yang dipakai memindai berpindah, atau nomor yang dipakai berganti perangkat. Jadi gerbangnya dipisah sebagai layanan sendiri yang bisa dinyalakan ulang tanpa menyentuh aplikasinya.
Simpanan vektor harus tahan dinyalakan ulang.
Pola percakapan disimpan di luar proses aplikasi, dengan datanya menempel pada penyimpanan yang bertahan. Kalau tidak, setiap penyalaan ulang menghapus semua yang sudah dipelajari sistem tentang cara pelanggan bicara.
Satu pemasangan, banyak lokasi.
Karena sebuah jaringan kafe tidak mau membayar satu pemasangan per cabang, pemisahan antar lokasi ditaruh di dalam data, bukan di dalam salinan aplikasi yang berbeda-beda.
Pekerjaanmu tidak harus sebesar ini
Landing page untuk usaha kecil mulai Rp 500.000, dan dikerjakan tim yang sama. Ceritakan saja apa yang mau kamu selesaikan, nanti kamu dapat gambaran lingkup kerjanya dulu, sebelum kita bicara angka.
Chat WhatsAppKemampuan Alicestech yang dipakai di sini
- AI di dalam produk
- Aplikasi web dan dasbor internal
- Sistem ERP dan operasional
Rinciannya ada di halaman tentang Alicestech, dan daftar layanan lengkapnya di bagian layanan di halaman utama. Kalau yang kamu butuhkan justru landing page untuk usaha kecil, harganya terbuka.
Karya lain
- Sistem operasional Aqora Sembilan belas modul, dari pembacaan meter sampai laporan keuangan, dengan lapisan pemeriksaan yang berjalan sendiri di belakang layar.
- Kendali mutu TALOKA Inspektor memotret di lokasi, penilaian mutunya berjalan dari gambar itu, dan laporannya tersusun tanpa diketik ulang.
- AI pada gambar Kenmal Masakan khas Bone dikenali dari gambar, lalu angkanya dicocokkan dengan data gizi standar, bukan ditebak.