Alicestech Chat WhatsApp
  1. Beranda
  2. Blog
  3. Penghasilan tambahan

Penghasilan tambahan

Cara Mudah Dapat Uang di Internet. Modalnya Rp 175 Ribu, dan Balik Modalnya di Klien Pertama.

Bukan daftar dua puluh cara. Satu cara, dibuka angkanya sampai habis: barangnya apa, modalnya berapa, kapan balik, dan tiga pekerjaan yang tidak bisa diserahkan ke alat mana pun.

Muhammad Multazam 9 menit baca
Isi tulisan
  1. Yang kamu jual, dan kenapa orang membelinya
  2. Hitungannya dulu, sebelum yang lain
  3. Yang dulu setengah hari, sekarang beberapa menit
  4. Tiga pekerjaan yang tetap punyamu
  5. Yang biasanya ditanyakan sebelum memutuskan
  6. Kalau kamu mau mulai minggu ini

Kamu sampai di sini karena mengetik sesuatu seperti judul di atas. Yang biasanya keluar daftar dua puluh cara: isi survei, jadi dropshipper, main afiliasi, jual foto. Tidak satu pun disertai angka, dan semuanya berakhir di kalimat yang menyuruhmu mulai hari ini juga.

Tulisan ini cuma membahas satu cara, dan seluruh angkanya dibuka: barang yang kamu jual apa, modalnya berapa, kapan balik, dan bagian mana yang tetap berat. Kalau sesudah membacanya kamu memutuskan ini bukan untukmu, tulisan ini tetap berhasil, karena kamu memutuskannya dengan angka, bukan dengan perasaan.

Yang kamu jual, dan kenapa orang membelinya

Barangnya satu halaman website untuk usaha lokal. Bengkel, klinik gigi, katering, kos-kosan, bimbel, salon. Satu halaman berisi nama usahanya, apa yang dijual, harganya, lokasinya, dan tombol WhatsApp yang benar-benar jalan.

Alasan mereka membeli bukan karena ingin punya website. Alasannya karena pelanggannya sudah lebih dulu pindah ke sana.

230 juta

orang di Indonesia memakai internet pada akhir 2025, sekitar 80,5 persen penduduk. Pelanggan usaha-usaha kecil itu sudah ada di sana setiap hari. Usahanya yang sering belum.

Laporan Digital 2026: Indonesia dari DataReportal.

Selisih itu yang jadi pekerjaanmu. Dan yang membuat jalan ini layak dihitung, dibanding cara-cara lain di daftar tadi, empat hal:

Barangnya bisa dilihat sebelum dibayar
Kamu tidak meminta orang membayangkan apa pun. Kamu mengirim tautan yang bisa dia buka di HP-nya saat itu juga, berisi nama usahanya sendiri.
Harganya kamu yang tentukan, di depan
Dia setuju atau tidak, dan urusannya selesai hari itu. Tidak ada penghasilan yang bergantung pada berapa orang yang kebetulan mengeklik.
Tidak ada algoritma yang harus kamu menangkan
Tidak perlu viral, tidak perlu punya pengikut, tidak perlu menunggu sebuah platform menyetujuimu. Modalnya daftar nama dan nomor telepon.
Klien kedua lebih mudah dari yang pertama
Karena kamu sudah punya satu halaman yang sudah tayang untuk ditunjukkan. Ini satu-satunya bagian yang benar-benar menumpuk seiring waktu.

Hitungannya dulu, sebelum yang lain

Bagian ini ditaruh di depan, bukan di bawah, karena ini yang sebenarnya kamu cari. Dua angka saja, dan dua-duanya bisa kamu periksa sendiri.

Rp 500 ribu

harga landing page di situs ini, untuk satu halaman lengkap dengan penulisan teks, tombol WhatsApp, peta, SEO dasar, dan satu putaran revisi. Ini satu titik dari satu penjual, bukan harga pasar, dan kamu bebas menentukan angkamu sendiri.

Halaman harga di situs ini. Angkanya sudah terbit di sana sebelum tulisan ini ada, jadi bisa kamu periksa sendiri.

Yang keluar di depan
Rp 175 ribu untuk alatnya, berlaku setahun. Kalau kamu mau mengerjakan semuanya manual, angka ini nol, dan yang kamu bayar waktumu sendiri.
Yang keluar tiap kali dapat klien
Nol. Halamannya tayang di alamat yang sudah termasuk, lengkap dengan HTTPS. Kalau kliennya mau domain sendiri, domain itu dibayar klien, atas namanya sendiri.
Balik modalnya
Di klien pertama. Di harga Rp 500 ribu, satu pekerjaan sudah menutup ongkos setahunnya dan masih bersisa untuk sebelas bulan berikutnya.
Yang tidak bisa dihitung siapa pun
Kapan klien pertama itu datang. Yang menjawab bagian ini dengan angka pasti sedang mengarang, dan itu berlaku untuk saya juga.

Jadi risikonya bukan kehilangan jutaan. Risikonya kehilangan Rp 175 ribu dan beberapa sore, kalau ternyata kamu tidak sanggup mengerjakan bagian yang tiga tadi. Bagian tiga itu ada di bawah, dan sengaja tidak saya perhalus.

Yang dulu setengah hari, sekarang beberapa menit

Dulu urutan untuk satu calon klien begini: buka Maps, buka listingnya satu per satu, periksa dia sudah punya website atau belum, catat nomornya, bikin halaman contoh dari nol, cari tempat menayangkannya, baru menyusun kalimat pembuka. Satu calon klien, setengah hari. Sepuluh calon klien, seminggu habis sebelum satu pun dibalas.

SiteFrenz alat yang saya buat untuk memampatkan urutan itu, dan saya menyebutnya di sini karena memang buatan saya, bukan karena sedang membandingkannya dengan yang lain. Yang berubah bukan kualitas halamannya, tapi berapa lama kamu sampai ke titik punya sesuatu untuk ditunjukkan.

Ketik jenis usaha dan kotanya
Hasilnya daftar usaha yang benar-benar ada di sana, sudah dipisah mana yang punya website dan mana yang belum, dan yang ulasannya ramai tapi belum punya situs naik ke paling atas. Artinya kamu menelepon yang paling pantas ditelepon duluan, bukan yang kebetulan muncul pertama.
Halamannya ikut dibuatkan, dan langsung tayang
Berisi nama, alamat, jam buka, dan rating usaha itu sendiri, bukan Lorem Ipsum, di alamat yang bisa dibuka kliennya saat itu juga. Artinya chat pertamamu membawa tautan, bukan pertanyaan.
Kalimat pembukanya sudah tertulis
Lengkap dengan alasan kenapa kalimatnya disusun begitu, jadi bisa kamu ubah dengan sadar, bukan ditiru buta. Artinya bagian yang paling sering bikin orang menunda sudah tidak kosong lagi.

Batasnya jelas dan lebih baik kamu tahu sekarang: alat ini mencari calon klien dan menyiapkan barangnya, lalu berhenti persis di situ. Yang menutup penjualan tetap kamu.

Lihat dulu alatnya sebelum memutuskan

Halaman produknya menyebutkan semuanya, termasuk yang tidak enak: butuh Chrome di komputer, dipasang dari berkas dan bukan dari Chrome Web Store, dan tidak ada pengembalian uang. Rp 175 ribu untuk setahun.

Lihat SiteFrenz

Tiga pekerjaan yang tetap punyamu

Di sinilah sebagian besar orang berhenti, dan biasanya tanpa sadar bahwa mereka berhenti di situ. Baca tiga ini pelan-pelan, karena di sinilah bayaranmu sebenarnya berasal.

Satu, menghubungi orang yang tidak mengenalmu. Bukan soal teknis. Soal sanggup mengirim pesan kedua puluh sesudah sembilan belas yang pertama tidak dibalas. Godaan terbesarnya menyerahkan ini ke robot penyebar pesan, dan itu justru cara paling cepat merusaknya.

Dua syarat

yang menurut kebijakan resmi WhatsApp harus terpenuhi sebelum sebuah akun bisnis boleh menghubungi seseorang: orang itu sudah memberikan nomornya, dan sudah menyatakan bersedia menerima pesan darimu. Menyebar pesan ke daftar nomor hasil pencarian melanggar keduanya, dan nomormu yang menanggung akibatnya.

WhatsApp Business Messaging Policy.

Jadi jalannya menghubungi satu per satu, dengan sesuatu yang memang dibuat untuk usaha itu. Lebih lambat, dan justru itu yang membuatnya bertahan.

9 dari 10

pengguna internet di Indonesia memakai WhatsApp. Salurannya sudah benar, dan itu kabar baik. Kabar buruknya, karena semua orang menawarkan lewat sana, pesan yang kelihatan disebar dibuang paling cepat.

Laporan Digital 2026: Indonesia dari DataReportal.

Dua, menyebut harga tanpa gemetar. Yang baru mulai hampir selalu menyebut angka terlalu rendah, lalu kesal sendiri di tengah pengerjaan. Menentukan angka itu pekerjaan tersendiri, dan saya menulisnya terpisah di tulisan soal harga pertama.

Tiga, menyelesaikan yang sudah kamu janjikan. Revisi yang tidak habis-habis, klien yang menghilang waktu diminta foto, tagihan yang harus ditanyakan dua kali. Ini yang tidak pernah masuk daftar cara dapat uang online, dan justru yang menentukan kamu masih mengerjakannya tahun depan atau tidak.

Yang biasanya ditanyakan sebelum memutuskan

Harus bisa coding?
Tidak. Dari mencari calon klien sampai halamannya tayang, semuanya tombol, dan tempat menayangkannya sudah termasuk. HTML baru perlu kamu sentuh kalau kamu ingin menyunting isinya dulu sebelum ditunjukkan.
Membaca Google Maps begitu, melanggar aturan?
Yang dibaca cuma yang sudah tampil di layar browsermu sendiri, dengan kecepatan orang menggulir biasa. Sama saja seperti kamu membuka listingnya satu per satu, cuma tidak bikin capek. Yang perlu kamu jaga sendiri justru aturan WhatsApp di atas.
Halaman contohnya sudah siap dijual apa adanya?
Belum. Datanya sudah data asli usaha itu, jadi meyakinkan sebagai bahan presentasi, tapi fotonya masih sementara dan sebagian isi ditandai untuk kamu lengkapi. Anggap itu contoh, bukan produk akhir.
Kalau setahunnya habis, kerja saya hilang?
Tidak. Daftar leadmu tetap bisa dibuka dan diekspor, dan halaman yang sudah terbit masih tayang tiga puluh hari sesudahnya. Yang berhenti cuma pencarian baru dan pembuatan halaman baru.
Berapa lama sampai dapat klien pertama?
Saya tidak tahu, dan itu jawaban yang jujur.
0 janji

yang bisa diberikan siapa pun soal peringkat maupun hasil penjualan. Google menuliskannya untuk urusan peringkat, dan alasan yang sama berlaku di sini: yang bisa dijanjikan cuma alatnya dan caranya, bukan hasilnya.

Halaman Do you need an SEO? di Google Search Central. Kalimat aslinya: No one can guarantee a #1 ranking on Google.

Kalau kamu mau mulai minggu ini

Urutan ini disusun supaya kamu menemukan hambatanmu secepat mungkin, bukan supaya kelihatan produktif.

  • Pilih satu jenis usaha yang kamu sudah paham. Kalau kamu pernah kerja di kafe, mulai dari kafe. Kamu tahu apa yang penting buat mereka, dan itu terdengar di kalimat pertamamu.
  • Kumpulkan sepuluh nama saja. Bukan dua ratus. Sepuluh cukup untuk tahu apakah kamu sanggup mengirim pesannya.
  • Terbitkan satu halaman contoh yang benar-benar bisa dibuka. Satu yang sudah tayang jauh lebih berguna daripada sepuluh yang masih di komputermu.
  • Kirim chat pertamamu dengan tautannya, bukan dengan pertanyaan. Susunannya saya tulis di tulisan soal chat pertama.
  • Berhenti sesudah sepuluh, lalu hitung. Berapa yang dibaca, berapa yang dibalas, berapa yang bertanya harga. Angka itu punyamu, dan jauh lebih berguna daripada tulisan mana pun.

Jadi jawaban jujurnya begini. Cara mudah dapat uang di internet tidak ada. Yang ada cara yang bagian berulangnya sudah dipindahkan, sehingga yang tersisa buat kamu tinggal bagian yang memang cuma bisa dikerjakan orang: mengirim pesannya, menyebut harganya, dan menyelesaikan pekerjaannya. Modalnya Rp 175 ribu, balik di klien pertama, dan kalau ternyata tidak cocok, yang kamu rugikan sudah kamu tahu persis berapa sejak sebelum membayar.

Mulai dari satu pencarian

Rp 175 ribu untuk setahun, tanpa batas jumlah lead. Pembeliannya di situs SiteFrenz sendiri. Kalau kamu masih ragu, chat dulu dan ceritakan kamu jualan apa. Kalau menurut saya ini belum cocok buat kamu, itu yang akan saya bilang.

Sumber

  1. DataReportal, Digital 2026: Indonesia
  2. WhatsApp Business Messaging Policy
  3. Google Search Central, Do you need an SEO?

Tulisan lain

Baru mau mulai? Bilang begitu saja waktu chat.

Saya lebih suka tahu itu di awal daripada kamu terlanjur beli lalu bingung mulai dari mana.

Chat WhatsApp
Chat WhatsApp