Penghasilan tambahan
Tools Ini Bantu Kamu Hasilkan Jutaan Rupiah dalam Sebulan. Semua Orang Bisa Pakai.
Modalnya Rp 175 ribu dan barangnya sudah jadi: website calon klienmu, proposalnya, sampai kalimat pertama untuk chat. Hitungannya dibuka di dalam, termasuk tiga pekerjaan yang tetap jatuh ke tanganmu.
Isi tulisan
- Yang sebenarnya menghentikan orang, dan itu bukan koding
- Yang sudah jadi, untuk tiap satu calon klien
- Kenapa promptnya ikut dibuatkan, bukan diserahkan ke kamu
- Tiga hal yang tidak jadi sendiri
- Hitungannya, dan satu hal yang tidak akan saya janjikan
- Kalau kamu belum pernah sama sekali, kerjakan ini dulu
Ada satu genre tulisan yang bunyinya selalu sama: siapa pun bisa menghasilkan uang dari internet, tinggal berani. Kamu pasti sudah pernah membacanya, dan sebagian besarnya kosong. Jadi bagian yang tidak enak saya taruh di depan, bukan di bawah.
Yang benar: untuk menawarkan sebuah halaman ke pemilik usaha, kamu memang tidak perlu bisa menulis kode, tidak perlu bisa mendesain, tidak perlu bisa menyusun proposal, dan tidak perlu memikirkan prompt. Keempatnya sudah ada bentuk jadinya.
Yang tidak benar: keberanian bukan satu-satunya yang tersisa. Ada tiga pekerjaan lain yang tetap jatuh ke tanganmu, dan ketiganya dapat bagiannya sendiri di tengah tulisan ini, bukan di catatan kaki.
Yang sebenarnya menghentikan orang, dan itu bukan koding
Orang yang mencoba menjual jasa pembuatan website biasanya berhenti bukan karena tidak bisa membuat halamannya. Sekarang halaman bisa dibuat siapa saja dengan bantuan model bahasa. Yang menghentikan dua hal lain, dan dua-duanya bukan soal teknis.
- Tidak punya apa-apa untuk ditunjukkan
- Menawarkan halaman yang belum ada berarti meminta orang membayangkan sesuatu. Pemilik warung yang sedang sibuk tidak punya waktu membayangkan, dan chat seperti itu berhenti di centang dua.
- Tidak tahu harus menulis apa di chat pertama
- Ini yang paling sering bikin orang menunda berhari-hari, lalu berhenti sama sekali. Bukan karena sulit, tapi karena kalimat pertama terasa menentukan, dan memang menentukan.
Dua hambatan itu yang dibereskan duluan, karena keduanya datang sebelum kamu sempat memakai keahlian apa pun.
Yang sudah jadi, untuk tiap satu calon klien
Satu calon klien keluar sebagai satu folder. Isinya bukan cuma halamannya, tapi juga bahan yang biasanya baru kamu urus setelah dia tertarik.
- Halaman jadi yang tinggal diklik dua kali. Terbuka di browser, sudah memuat nama, alamat, telepon, jam buka, rating, peta, dan tombol WhatsApp usaha itu. Tidak perlu dipasang di server dulu untuk bisa ditunjukkan.
- Teksnya sudah ditulis, dalam bahasa Indonesia, dan dipisah ke berkas sendiri supaya bisa kamu ganti tanpa menyentuh HTML.
- Proposalnya sudah ada, tinggal kamu sesuaikan angkanya.
- Pesan WhatsApp pembukanya sudah ditulis. Ini yang tadi disebut sebagai hambatan kedua, dan di sini dia sudah tidak ada.
- Ada catatan audit soal jejak usaha itu di internet sekarang, yang jadi alasan kenapa kamu menghubunginya. Itu bahan kalimat pembukamu.
- Prompt gambarnya ada, satu per slot foto, lengkap dengan nama berkas dan dipakai di bagian mana.
- Data terstruktur dan catatan SEO dasarnya sudah terisi nama usaha itu, jadi mesin pencari bisa langsung membaca halaman itu dengan benar.
Kenapa promptnya ikut dibuatkan, bukan diserahkan ke kamu
Ini bagian yang paling sering disalahpahami. Menyuruh model bahasa membuat website itu gampang; menyuruhnya membuat website yang tidak generik itu pekerjaan tersendiri.
Kalau kamu cuma mengetik buatkan website untuk warung nasi goreng Pak Slamet, model itu harus mengarang tiga hal sekaligus: faktanya, desainnya, dan seluruh gaya visualnya. Yang paling dulu dikorbankan biasanya gaya visualnya, karena bagian itu yang paling tidak terasa seperti jawaban. Hasilnya halaman yang kelihatan seperti hasil model bahasa, dan calon klienmu bisa merasakannya walau tidak bisa menyebut alasannya.
Prompt yang ikut di dalam folder sudah membawa ketiganya lebih dulu: fakta usaha itu apa adanya, arah desain untuk kategori usahanya, dan seluruh stylesheet-nya sebagai kode yang tinggal ditempel. Yang tersisa untuk modelnya cuma menyusun markup dan menulis kalimat, dan itu memang bagian yang dia kerjakan dengan baik.
Jadi kamu bukan sedang belajar menulis prompt. Kamu membuka satu berkas, menyalin isinya, lalu menempelkannya. Itu saja.
Tiga hal yang tidak jadi sendiri
Sekarang bagian yang tidak enak. Kalau saya lewati, kamu akan menemukannya sendiri setelah membayar, dan itu jauh lebih mahal untuk kita berdua.
- Menayangkannya ke alamat sendiri. Untuk menunjukkannya ke calon klien, membuka berkasnya dari komputermu sudah cukup. Tapi begitu dia setuju, halaman itu harus hidup di domainnya sendiri, dan itu berarti ada yang membeli domain lalu mengunggahnya. Panduannya ikut di dalam folder, tapi tetap ada yang harus mengerjakannya. Kalau kamu belum pernah, sisihkan satu sore untuk yang pertama. Yang kedua dan seterusnya jauh lebih cepat.
- Foto asli usahanya. Folder itu menyiapkan tempat fotonya dan prompt gambarnya, tapi aturannya sendiri melarang foto hasil generate dipakai sebagai pengganti foto usaha yang asli. Jadi mintalah fotonya ke pemiliknya, atau datangi dan potret sendiri. Ini juga yang membuat halamannya tidak lagi terasa seperti templat.
- Revisi. Klien akan minta ubah, dan itu wajar. Mengganti kalimat dan menukar foto tidak sulit, tapi tetap kamu yang mengerjakannya, dan kamu perlu cukup nyaman membuka berkas HTML untuk itu.
Satu syarat lagi, di luar ketiga itu
Alatnya ekstensi Chrome, jadi kamu butuh komputer dengan Google Chrome 116 ke atas. Tidak jalan di HP. Pemasangannya juga manual lewat Load unpacked, bukan lewat Chrome Web Store, dan kalau kamu belum pernah melakukannya, itu satu kali kerja sekitar lima menit dengan panduan.
Hitungannya, dan satu hal yang tidak akan saya janjikan
Judul tulisan ini menyebut jutaan rupiah, jadi angkanya saya buka sekalian, bukan digantung. Dua angka di bawah ini sudah terbit di situs ini sebelum tulisan ini ada, jadi kamu bisa mengeceknya sendiri.
- Yang kamu keluarkan sekali
- Rp 175 ribu untuk alatnya. Tidak ada biaya bulanan, tidak ada batas jumlah pencarian, dan tidak perlu dibeli lagi untuk klien kedua, kesepuluh, atau keseratus.
- Harga pembanding yang bisa saya sebut
- Rp 500 ribu, yaitu harga landing page di situs ini. Berapa kamu jual punyamu sendiri tetap keputusanmu, dan wajar kalau berbeda.
- Artinya di klien pertama
- Ongkos alatnya sudah tertutup, dan sisanya untung. Klien kedua dan seterusnya tidak menambah ongkos alat sama sekali, karena memang sudah dibayar.
Dari situ jutaan rupiah di judul tadi ketemu: di harga Rp 500 ribu, dua klien sebulan sudah satu juta, empat klien sudah dua juta. Itu aritmetika biasa, dan kamu bisa menghitungnya ulang dengan hargamu sendiri. Yang tidak bisa dijanjikan siapa pun adalah berapa klien yang benar-benar kamu dapat, dan itu berlaku untuk saya juga.
Aritmetika memang bagian yang gampang. Rincian biaya yang sering terlewat, termasuk yang baru muncul di tahun kedua, ada di tulisan soal biaya website usaha.
Tulisan ini tidak menjanjikan kamu akan dapat klien. Tidak ada yang bisa menjanjikan itu. Yang bisa disediakan cuma bahannya, dan bahan tidak pernah sama dengan hasil.
yang bisa diberikan siapa pun soal peringkat maupun hasil penjualan. Google sendiri menuliskannya untuk urusan peringkat, dan alasan yang sama berlaku di sini.
Halaman Do you need an SEO? di Google Search Central. Kalimat aslinya: No one can guarantee a #1 ranking on Google.
Yang bisa saya sebut cuma satu hal yang memihakmu, dan itu soal tempat percakapannya.
pengguna internet di Indonesia memakai WhatsApp. Jadi chat pertamamu tidak perlu membawa orang ke aplikasi baru; dia mendarat di tempat yang memang dibuka calon klienmu setiap hari.
Laporan Digital 2026: Indonesia dari DataReportal.
Lihat dulu apa yang sebenarnya keluar
Dua halaman contoh yang dihasilkannya tayang di situs ini dan bisa kamu buka sekarang. Buka salah satunya, kecilkan jendelanya sampai selebar HP, lalu putuskan sendiri apakah itu layak kamu tawarkan ke orang.
Lihat LeadMapKalau kamu belum pernah sama sekali, kerjakan ini dulu
Kesalahan paling sering dari orang yang baru mulai bukan malas, melainkan terlalu besar mengambil langkah pertama. Lima puluh nama dikumpulkan, tidak satu pun dihubungi, lalu berhenti.
- Pilih satu jenis usaha yang kamu sendiri pernah jadi pelanggannya. Kamu akan tahu apa yang penting buat mereka, dan itu kelihatan di kalimat pembukamu.
- Ambil lima nama, bukan lima puluh. Lima cukup untuk tahu apakah kamu sanggup mengirim chat pertama, dan itu satu-satunya yang perlu kamu ketahui di minggu pertama.
- Tayangkan satu halaman sungguhan tanpa dibayar. Untuk usaha mana pun, sebagai latihan. Sesudah itu kamu sudah pernah melewati bagian domain dan unggah, dan bagian itu tidak akan menakutkan lagi waktu ada klien betulan menunggu.
- Baru kirim chat pertamanya. Dengan tautan yang bisa dibuka, bukan dengan pertanyaan apakah dia sudah punya website.
Kalau kamu belum yakin, jangan beli dulu
Ceritakan saja dulu latar belakangmu dan kamu biasanya kenal usaha jenis apa. Kalau menurut saya kamu belum akan memakainya, itu yang akan saya bilang, dan itu lebih murah untuk kita berdua.
Chat WhatsAppKalau setelah membaca semua ini kamu merasa tiga pekerjaan tadi terlalu berat, itu jawaban yang sah, dan lebih baik kamu tahu sekarang. Alat ini mempersingkat bagian yang berulang. Dia tidak menghapus pekerjaannya.
Sumber
Tulisan lain
- Cari klien Cara Menemukan Usaha yang Belum Punya Website. Metodenya Gratis, yang Mahal Waktunya. Google Maps sudah memberi tahu siapa yang belum punya website, terang-terangan, di tiap listing. Yang berat bukan membacanya, melainkan mengulanginya dua ratus kali.
- Isi halaman Sembilan Hal yang Harus Ada di Website Usahamu. Delapan di Antaranya Tidak Ada Hubungannya dengan Desain. Daftar isi minimum sebuah halaman usaha, disusun dari pertanyaan yang benar-benar ditanyakan orang sebelum dia memutuskan menghubungimu.
- Biaya Website Rp 500 Ribu dan Website Rp 50 Juta Sama-Sama Ada. Yang Membedakan Bukan Kualitas Gambarnya. Harga website usaha bergerak seratus kali lipat untuk barang yang dari luar kelihatan mirip. Ini rinciannya, termasuk biaya yang baru muncul tahun kedua.