Alicestech Chat WhatsApp
  1. Beranda
  2. Blog
  3. Riset klien

Riset klien

Cara Ambil Data Usaha dari Google Maps, dan Garis yang Sebaiknya Tidak Kamu Lewati.

Bukan ilegal, bukan juga bebas sebebasnya. Aturannya ada di dua berkas yang bisa kamu buka sendiri sekarang, dan risiko terbesarnya ternyata bukan di mengambil datanya.

Muhammad Multazam 7 menit baca
Isi tulisan
  1. Jawaban singkatnya, sebelum penjelasannya
  2. Apa yang sebenarnya tertulis di aturan Google
  3. Cara manualnya, gratis dan pelan
  4. Data mana yang berguna, dan mana yang cuma bikin berat
  5. Garis yang sebaiknya tidak kamu lewati
  6. Kalau bagian berulangnya mau dipangkas
  7. Ringkasnya

Pertanyaan ini muncul dua kali. Pertama waktu kamu sadar Google Maps memuat hampir semua usaha di kotamu lengkap dengan nomor teleponnya. Kedua, beberapa menit kemudian, waktu terpikir: ini boleh tidak, ya.

Jawaban yang beredar di internet biasanya dua kutub, dan dua-duanya kurang tepat. Yang satu bilang scraping itu ilegal, titik. Yang satu lagi bilang data publik ya bebas, titik. Yang sebenarnya ada di antaranya, dan bisa kamu baca sendiri dalam lima menit.

Jawaban singkatnya, sebelum penjelasannya

Membaca listing yang sudah tampil di layarmu
Sama saja dengan kamu membukanya satu per satu, cuma lebih cepat. Nama, alamat, jam buka, dan nomor telepon memang ditampilkan Google untuk umum, dan pemiliknya sendiri yang menaruhnya di sana.
Menembus sistem, memalsukan identitas, atau membebani layanannya
Ini yang dilarang, dan dilarangnya tegas. Bukan soal datanya, tapi soal caranya.
Menyebar pesan ke nomor yang kamu kumpulkan
Di sinilah risiko sesungguhnya, dan yang menanggung nomormu sendiri. Bagian ini dibahas di bawah, dan kalau kamu cuma membaca satu bagian dari tulisan ini, baca yang itu.

Apa yang sebenarnya tertulis di aturan Google

Ketentuan Layanan Google punya bagian berjudul "Don't abuse our services". Soal akses otomatis, kalimatnya begini, dan perhatikan anak kalimatnya:

"in violation of"

adalah dua kata yang mengubah seluruh artinya. Kalimat lengkapnya melarang using automated means to access content from any of our services in violation of the machine-readable instructions on our web pages (for example, robots.txt files that disallow crawling). Jadi yang dilarang bukan akses otomatisnya, tapi akses otomatis yang melanggar instruksi di berkas robots.txt.

Google Terms of Service, bagian "Don't abuse our services".

Berarti pertanyaannya pindah: apa yang sebenarnya tertulis di robots.txt milik Google? Berkas itu terbuka, dan kamu bisa membukanya sekarang di google.com/robots.txt. Cari baris yang menyebut maps.

Allow: /maps/search/

satu baris yang ada di robots.txt milik Google sendiri. Di file yang sama, /maps/ secara umum memang Disallow, tapi halaman pencariannya justru dikecualikan dan diizinkan. Jangan percaya saya, buka berkasnya dan cari sendiri barisnya.

Berkas google.com/robots.txt, dibaca 11 September 2026. Isinya bisa berubah kapan saja, jadi periksa ulang sebelum kamu bersandar padanya.

Satu hal perlu jelas: saya bukan pengacara dan ini bukan nasihat hukum. Yang saya lakukan di sini cuma menunjukkan di mana aturannya berada supaya kamu bisa membacanya sendiri, dan itu jauh lebih berguna daripada kesimpulan siapa pun.

Cara manualnya, gratis dan pelan

Sebelum bicara alat, ini urutan yang tidak butuh apa pun selain browser. Kalau kamu baru mulai, kerjakan ini dulu sekali, supaya kamu paham apa yang sebenarnya sedang dipangkas nanti.

  • Ketik jenis usaha dan wilayahnya. Misalnya "bengkel mobil Malang". Gulir panel kirinya sampai berhenti memuat, itu batas satu pencarian.
  • Buka listingnya satu per satu. Yang kamu cari empat hal: nama, nomor telepon, jam buka, dan ada tidaknya tombol Situs Web.
  • Tandai yang tidak punya tombol Situs Web. Ini penyaring utamanya, dan Google menampilkannya terang-terangan di tiap listing. Persis inilah yang kamu jual.
  • Catat jumlah ulasan dan ratingnya. Bukan buat gaya-gayaan. Ulasan ramai artinya usahanya hidup dan ada uang berputar, dan itu membedakan calon klien dari pin yang pemiliknya sudah tutup diam-diam.
  • Simpan ke spreadsheet. Satu baris satu usaha. Jangan lebih rumit dari itu di minggu pertama.

Satu pencarian yang dikerjakan begini memakan waktu satu sampai dua jam untuk sekitar dua puluh nama. Itu bukan pemborosan, itu ongkos belajar, dan sesudah sekali kamu akan tahu persis bagian mana yang layak dipangkas.

Data mana yang berguna, dan mana yang cuma bikin berat

Godaan berikutnya mengumpulkan segalanya. Jangan. Yang menentukan cuma sedikit.

Wajib
Nama usaha, nomor telepon, dan ada tidaknya website. Tanpa tiga ini kamu tidak bisa menghubungi siapa pun, atau menghubungi orang yang salah.
Sangat berguna
Jumlah ulasan, rating, dan jam buka. Ketiganya menentukan urutan siapa yang kamu hubungi duluan, dan jam buka ikut masuk ke halaman contohnya.
Berguna kalau ada
Kategori usahanya dan alamat lengkap. Kategori menentukan rancangan halamannya, karena klinik gigi dan bengkel tidak menjual dengan cara yang sama.
Lewati saja
Isi ulasan satu per satu, foto, dan koordinat. Menarik dibaca, hampir tidak pernah mengubah keputusanmu, dan paling banyak memakan waktu.
30,21 juta

unit UMKM nonpertanian tercatat di Indonesia per 31 Desember 2025, 99,70 persen di antaranya usaha mikro. Daftarmu tidak akan pernah habis, jadi tidak ada alasan mengejar kelengkapan data. Yang langka bukan namanya, tapi waktumu untuk menghubunginya.

Data UMKM dari KADIN Indonesia, bersumber dari SIDT-UMKM Kementerian UMKM.

Garis yang sebaiknya tidak kamu lewati

Ini bagian yang paling penting, dan paling sering dilewatkan tulisan sejenis. Risiko terbesarnya bukan di mengambil datanya. Risiko terbesarnya ada di apa yang kamu lakukan sesudahnya.

Dua syarat

yang menurut kebijakan resmi WhatsApp harus terpenuhi sebelum sebuah akun bisnis boleh menghubungi seseorang: orang itu sudah memberikan nomornya, dan sudah menyatakan bersedia menerima pesan darimu. Nomor yang kamu salin dari hasil pencarian tidak memenuhi keduanya. Menyebar pesan yang sama ke seratus nomor begitu adalah cara tercepat membuat nomormu dibatasi.

WhatsApp Business Messaging Policy.

Jadi aturan praktisnya begini, dan empat-empatnya bukan cuma soal sopan santun, tapi soal nomormu sendiri:

  • Jangan menyebar. Kirim satu per satu, dan sebut nama usahanya di kalimat pertama. Kalau satu pesan bisa kamu salin ke seratus orang tanpa diubah, itu pesan yang salah.
  • Jangan memakai robot pengirim pesan. Godaannya besar sesudah kamu punya seratus nomor. Ini yang mengubah pekerjaan yang sah jadi spam, dan yang pertama rugi nomormu sendiri.
  • Berhenti kalau diminta berhenti. Satu kalimat "tidak minat" sudah cukup. Tidak usah dikejar.
  • Jangan menayangkan halaman contohnya supaya terindeks. Halaman yang kamu buat memakai nama usaha orang lain sebaiknya noindex, supaya tidak bersaing di Google dengan usaha yang bersangkutan. Kamu membuatnya untuk ditunjukkan ke pemiliknya, bukan untuk menggantikannya.

Kalau bagian berulangnya mau dipangkas

Sesudah kamu mengerjakan satu pencarian manual, yang berat akan terasa sendiri: bukan berpikirnya, tapi mengulang gerakan yang sama dua puluh kali, lalu membuat halaman contohnya satu per satu dari nol.

SiteFrenz ekstensi Chrome yang saya buat untuk bagian itu, dan saya menyebutnya karena memang buatan saya. Yang dia baca cuma yang sudah tampil di layar browsermu sendiri, dengan kecepatan orang menggulir biasa, lalu daftarnya dikeluarkan sudah terurut, halaman contohnya ikut dibuatkan dari data usaha itu, dan langsung tayang di alamat yang bisa dibuka kliennya.

Yang tidak dia kerjakan, dan sengaja: mengirim pesannya. Bagian itu tetap punya kamu, dan sesudah membaca bagian di atas kamu tahu kenapa.

Lihat dulu sebelum memutuskan

Halaman produknya menyebutkan semuanya, termasuk yang tidak enak: butuh Chrome di komputer, dipasang dari berkas dan bukan dari Chrome Web Store, dan tidak ada pengembalian uang. Rp 175 ribu untuk setahun.

Lihat SiteFrenz

Ringkasnya

Membaca listing yang memang ditampilkan Google untuk umum, dengan kecepatan wajar, bukan bagian yang perlu kamu khawatirkan, dan aturannya bisa kamu baca sendiri di dua tautan di bawah. Yang perlu kamu jaga justru bagian sesudahnya: satu pesan untuk satu orang, menyebut namanya, membawa sesuatu yang memang dibuat untuk dia.

Data itu cuma daftar nama. Yang membuatnya jadi pekerjaan adalah apa yang kamu bawa waktu menghubunginya, dan itu bagian yang tidak ada di Google Maps.

Satu pencarian, daftarnya sudah terurut

Rp 175 ribu untuk setahun, tanpa batas jumlah lead. Pembeliannya di situs SiteFrenz sendiri. Masih ragu, chat dulu dan ceritakan kamu jualan apa. Kalau menurut saya belum cocok, itu yang akan saya bilang.

Sumber

  1. Google Terms of Service, bagian Don't abuse our services
  2. google.com/robots.txt
  3. WhatsApp Business Messaging Policy
  4. KADIN Indonesia, Data UMKM Indonesia (sumber SIDT-UMKM Kementerian UMKM)

Tulisan lain

Mau dicek dulu apakah caramu sudah aman?

Ceritakan saja rencanamu. Kalau ada bagian yang menurut saya berisiko, itu yang akan saya bilang.

Chat WhatsApp
Chat WhatsApp