Alicestech Chat WhatsApp
  1. Beranda
  2. Blog
  3. Biaya

Biaya

Website Rp 500 Ribu dan Website Rp 50 Juta Sama-Sama Ada. Yang Membedakan Bukan Kualitas Gambarnya.

Harga website usaha bergerak seratus kali lipat untuk barang yang dari luar kelihatan mirip. Ini rinciannya, termasuk biaya yang baru muncul tahun kedua.

Muhammad Multazam 5 menit baca
Isi tulisan
  1. Biaya sekali bayar: yang kamu beli itu waktu orang, bukan berkasnya
  2. Biaya tahunan: bagian yang paling sering hilang dari penawaran
  3. Kapan murah itu wajar, dan kapan murah itu tanda
  4. Jadi berapa
  5. Satu kalimat untuk dibawa pulang

Pertanyaan ini hampir selalu jadi pertanyaan pertama, dan hampir selalu dijawab dengan kisaran yang tidak menolong. Masalahnya bukan orangnya pelit informasi. Masalahnya kata "website" menutupi barang yang isinya bisa sangat berbeda.

Jadi tulisan ini tidak menjawab dengan satu angka. Yang dijawab adalah apa saja yang membentuk angkanya, supaya kamu bisa membaca penawaran yang masuk dan tahu mana yang murah karena efisien dan mana yang murah karena ada yang dihilangkan.

80,5%

penduduk Indonesia sudah memakai internet pada akhir 2025, sekitar 230 juta orang.

Laporan Digital 2026: Indonesia dari DataReportal. Ini alasan halaman usaha jadi masuk akal dibiayai, dan sekaligus alasan halaman yang buruk jadi mahal ongkosnya.

Biaya sekali bayar: yang kamu beli itu waktu orang, bukan berkasnya

Berkas HTML tidak punya harga pokok. Yang punya harga adalah jam kerja orang yang memutuskan apa yang ditulis, foto mana yang dipakai, urutan bagiannya seperti apa, dan bagian mana yang dibuang. Itu sebabnya dua halaman yang sama-sama satu layar bisa berbeda harga sepuluh kali.

Kalau sebuah penawaran jauh lebih murah dari yang lain, biasanya salah satu dari pekerjaan berikut tidak dikerjakan siapa pun, dan akhirnya jatuh ke kamu:

  • Menulis teksnya. Halaman kosong yang bagus tetap tidak menjual. Kalau kamu diminta mengirim teks sendiri dalam bentuk jadi, sebagian besar pekerjaan sebenarnya ada di tanganmu.
  • Memilih dan merapikan foto. Foto usaha kecil hampir selalu ada, dan hampir selalu terlalu banyak. Yang mahal itu memilih.
  • Menyusun urutannya. Apa yang dibaca duluan, apa yang ditunda, di mana tombolnya. Ini keputusan, bukan pengetikan.
  • Memastikan halamannya bisa ditemukan. Judul, deskripsi, data terstruktur, dan pendaftaran ke Google Search Console.

Biaya tahunan: bagian yang paling sering hilang dari penawaran

Biaya pembuatan cuma tahun pertama. Yang datang setiap tahun setelahnya jarang ditulis di penawaran, padahal itu yang menentukan berapa mahal halamanmu dalam lima tahun.

PosSifatnyaCatatan
DomainSetiap tahunDibayar ke registrar, atas nama pemilik usaha
HostingSetiap tahun atau bulanHalaman statis jauh lebih ringan daripada halaman berbasis CMS
Sertifikat TLSBiasanya gratisLet's Encrypt, diperbarui otomatis
Perawatan CMSSetiap tahunNol untuk halaman statis, tidak nol untuk WordPress
Plugin berbayarSetiap tahunNol kalau tidak memakai plugin sama sekali
Perubahan isiSesuai kebutuhanJam buka, harga, nomor. Kecil tapi rutin

Dua baris terakhir yang paling sering meleset. Halaman yang dibangun di atas CMS berisi plugin membawa pekerjaan perawatan yang tidak berhenti, dan pekerjaan itu berbayar entah kamu yang mengerjakan atau orang lain. Perbandingannya ditulis terpisah di website statis atau WordPress.

Kapan murah itu wajar, dan kapan murah itu tanda

Murah jadi wajar kalau strukturnya sudah matang dan dipakai berulang. Halaman usaha kecil punya bentuk yang mirip dari satu usaha ke usaha lain: apa yang dijual, berapa harganya, di mana tempatnya, bagaimana menghubungi. Yang berbeda isinya, bukan kerangkanya. Mengerjakannya sebagai produk, bukan sebagai proyek yang dimulai dari nol tiap kali, memang menurunkan harganya.

Murah jadi tanda bahaya kalau yang ditekan bukan cara kerjanya, melainkan kepemilikannya. Tiga pertanyaan ini menyaring hampir semuanya:

  • Domainnya nanti terdaftar atas nama siapa? Jawaban yang benar cuma satu: atas namamu.
  • Kalau saya berhenti membayar bulanan, halamannya masih hidup tidak?
  • Berkasnya bisa saya bawa ke orang lain tanpa minta izin?

Kenapa langganan bulanan perlu dibaca dua kali

Langganan bulanan tidak selalu buruk. Yang perlu kamu tahu adalah apa yang berhenti ketika kamu berhenti membayar. Kalau yang berhenti cuma dukungan, itu wajar. Kalau yang berhenti adalah halamanmu sendiri, kamu bukan sedang membeli website, kamu sedang menyewa.

Jadi berapa

Di Alicestech, halaman satu untuk usaha kecil dimulai dari Rp 500.000 dan tayang sekitar seminggu. Sudah termasuk penulisan teks, tombol WhatsApp dengan pesan pembuka, peta lokasi, SEO dasar, pendaftaran ke Google Search Console, dan satu putaran revisi. Belum termasuk domain dan hosting yang dibayar langsung atas namamu, iklan berbayar, dan toko online dengan pembayaran otomatis.

Angkanya naik kalau pekerjaannya memang bertambah: galeri besar, halaman terpisah per layanan, atau sesi foto di tempat. Rincian lengkapnya, termasuk batasnya, terbuka di halaman utama.

Angkanya disebut di depan

Kirim nama usahamu dan jualan apa. Kamu akan dapat perkiraan lingkup dan biayanya sebelum ada yang perlu kamu bayar, termasuk kalau ternyata kebutuhanmu lebih kecil dari yang kamu kira.

Chat WhatsApp

Satu kalimat untuk dibawa pulang

Bandingkan penawaran bukan dari angka di depan, melainkan dari total lima tahun ditambah jawaban atas pertanyaan siapa yang memegang domainnya. Dua hal itu memisahkan halaman yang murah dari halaman yang cuma kelihatan murah.

Sumber

  1. Digital 2026: Indonesia, DataReportal
  2. SEO Starter Guide, Google Search Central
  3. Usage statistics of WordPress, W3Techs
  4. State of WordPress Security in 2026, Patchstack

Tulisan lain

Sebutkan usahamu, saya balas dengan perkiraan biayanya.

Cukup nama usaha, jualan apa, dan di mana. Angkanya disebut sebelum kamu memutuskan.

Chat WhatsApp
Chat WhatsApp