Alicestech Chat WhatsApp
  1. Beranda
  2. Blog
  3. Bukti lapangan

Bukti lapangan

Foto Meter Air Bisa Diatur. Itu Betul, dan Justru di Situ Jawabannya.

Yang meragukan foto biasanya benar. Foto telanjang tidak membuktikan apa-apa, dan yang mengubahnya jadi bukti bukan fotonya.

Muhammad Multazam 8 menit baca
Isi tulisan
  1. Dua masalah berbeda yang sering dianggap satu
  2. Kenapa saran ganti meter sering mentok
  3. Apa yang membuat sebuah foto jadi bukti
  4. Yang tetap tidak dijawab foto
  5. Yang biasanya ditanyakan sebelum memutuskan
  6. Uji sendiri bulan ini, tanpa membeli apa pun

Biasanya ide ini muncul di rapat dari orang yang paling muda di ruangan. Suruh saja petugas pembaca meter memotret stand meternya, nanti angkanya dibaca dari foto itu. Lalu ada yang menjawab, dan jawabannya selalu kira-kira sama: foto bisa diatur. Bisa difoto dari galeri, bisa difoto meter tetangga, bisa difoto sekali lalu dipakai tiga bulan.

Orang itu benar. Foto telanjang memang tidak membuktikan apa-apa. Kalau yang dikirim cuma berkas gambar, kamu tidak mendapat bukti, kamu cuma mendapat pekerjaan tambahan buat petugas.

Jadi pertanyaannya bukan apakah foto bisa dipercaya. Pertanyaannya apa yang harus ikut terkirim bersama foto itu supaya dia jadi bukti, dan pekerjaan mana yang tetap tidak selesai walaupun semuanya ikut terkirim. Dua-duanya saya buka di bawah.

Dua masalah berbeda yang sering dianggap satu

Sebelum bicara alat, satu hal perlu jelas dulu, karena di sinilah rapat biasanya jadi berputar. Tagihan air yang salah bisa berasal dari dua sebab yang sama sekali berbeda, dan obatnya juga berbeda.

Alatnya yang salah ukur
Meternya sudah tua, jarumnya lambat, kacanya buram, atau memang rusak. Angkanya salah sejak di pipa. Yang menyembuhkan ini cuma penggantian atau kalibrasi meter, dan itu belanja barang.
Bacaannya yang salah
Meternya sehat, angkanya benar, tapi yang masuk ke sistem bukan angka itu. Salah ketik, salah baca, tertukar nomor sambungan, atau memang tidak pernah dilihat lalu ditaksir dari bulan lalu. Penggantian meter tidak menyentuh ini sedikit pun.

Meter yang baru dipasang kemarin sore tetap menghasilkan tagihan yang salah kalau angkanya diisi dari kursi kantor. Itu terdengar sepele waktu ditulis begini, tapi sebagian besar rencana perbaikan cuma menjawab yang pertama, lalu heran kenapa protes pelanggan tidak berkurang.

Kenapa saran ganti meter sering mentok

Saran yang paling sering muncul, di seminar mana pun, adalah ganti meter pelanggan secara berkala. Sarannya benar dan memang itu yang dianjurkan: penggantian bertahap 15 sampai 20 persen per tahun, dan meter yang usianya lewat lima tahun masuk antrean. Masalahnya di pelaksanaan.

48,2%

BUMD Air Minum, atau 190 dari 394 yang dinilai, masih punya air tak berekening di atas 30 persen pada tahun buku 2023. Ambang efisien ada di bawah 30 persen, jadi hampir separuhnya belum sampai.

Buku Kinerja BUMD Air Minum 2024, Direktorat Air Minum, Kementerian Pekerjaan Umum.

Buku kinerjanya menyebut alasan penggantian meter tidak jalan dengan terus terang: tidak ada anggaran untuk membelinya, atau manajemen belum punya program pemeriksaan kondisi meter sama sekali. Selama salah satu dari dua itu berlaku, saran ganti meter akan terus jadi saran.

Lima tahun

dan angkanya praktis tidak bergerak. Ketua BPPSPAM menyebut kehilangan air nasional 33 persen pada 2018 dengan target 20 persen. Tahun buku 2023 angkanya 33,51 persen. Apa pun yang sedang dikerjakan selama ini, hasilnya belum kelihatan di rata-rata nasional.

Siaran BPPSPAM 2018, Kementerian PUPR, dan Buku Kinerja BUMD Air Minum 2024.

Ini bukan alasan untuk berhenti mengganti meter. Meter tetap harus diganti. Tapi kalau kamu sedang menunggu anggaran pengadaan yang belum tentu turun tahun ini, masalah kedua tadi, yang soal bacaan, bisa dikerjakan lebih dulu dan tidak butuh membeli satu meter pun.

Apa yang membuat sebuah foto jadi bukti

Yang mengubah foto dari gambar jadi bukti bukan fotonya, tapi hal-hal yang ikut terkirim dan saling diadu. Di Aqora bentuknya lima lapis, dan tiap lapis menutup satu cara mengakali yang tadi disebut orang di rapat.

Fotonya wajib dari kamera aplikasi
Menutup jalur galeri. Artinya foto bulan lalu tidak bisa dikirim ulang, dan tanggalnya tidak bisa diatur belakangan.
Titik lokasinya diadu dengan alamat sambungan, jamnya diperiksa
Menutup foto meter tetangga dan kunjungan yang tidak terjadi. Artinya kalau titiknya jauh dari alamat, itu muncul hari itu juga, bukan bulan depan lewat protes pelanggan.
Foto yang gelap, tidak fokus, atau sama persis dengan foto sebelumnya ditahan
Menutup satu foto dipakai tiga bulan. Artinya kamu juga tidak pernah menagih berdasarkan gambar yang nanti tidak bisa dibaca ulang waktu ada yang mempersoalkan.
AI membaca angkanya langsung dari foto, lalu diadu dengan angka yang diketik petugas
Menutup salah ketik dan salah baca. Selisih antara keduanya ditampilkan, artinya yang perlu diperiksa orang cuma yang berbeda, bukan semuanya.
Penelusuran pola kerja menyisir seluruh petugas, bukan yang dicurigai saja
Menutup pola yang tidak kelihatan di satu sambungan tapi kelihatan di seribu. Artinya tidak perlu ada yang ditunjuk lebih dulu, dan tidak ada yang merasa dibidik.

Tidak satu pun dari lima itu meminta petugas bekerja lebih banyak. Dia tetap memotret satu kali lalu mengetik satu angka. Yang bertambah cuma hal yang ikut terkirim di belakang layar.

Lihat dulu bentuknya sebelum memutuskan

Studi kasusnya menjelaskan kenapa pemeriksaan yang berat dijalankan lewat antrean di proses terpisah, dan kenapa foto bukti disimpan di penyimpanan objek, bukan di basis data. Dua keputusan itu yang menentukan apakah petugas harus menunggu di layar atau tidak.

Lihat studi kasus Aqora

Yang tetap tidak dijawab foto

Kalau bagian ini tidak ditulis, sisanya tidak pantas dipercaya.

Foto tidak memperbaiki meter yang rusak. Ini masalah pertama dari dua tadi, dan lima lapis pemeriksaan tidak menyentuhnya. Meter yang jarumnya macet akan terfoto dengan jujur, terbaca dengan benar, lalu menghasilkan tagihan yang salah dengan rapi. Yang berubah cuma satu: kamu jadi punya catatan kondisi fisik meter itu tiap bulan, jadi antrean penggantiannya tersusun sendiri.

Kehilangan air fisik tidak berkurang sedikit pun. Pipa bocor, sambungan liar, dan luapan reservoir tidak terlihat dari meter pelanggan. Untuk itu yang dibutuhkan meter induk, neraca air, District Meter Area, dan tim yang benar-benar mencari kebocoran.

39% ke 26%

penurunan kehilangan air di satu SPAM milik Perumda Air Minum Tirta Moedal Semarang. Cara mencapainya: tim khusus penurunan kehilangan air, data logger, dan satu model kerja yang dijalankan sampai target tercapai. Ini pekerjaan lapangan, dan tidak ada aplikasi yang bisa menggantikannya.

Wiedilaksono, Nuswantara, dan Silviana, Strategi Penurunan Tingkat Kehilangan Air di Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang, JPII Vol 3 (2), 2025.

Rumah yang terkunci tetap terkunci. Sistemnya bisa memastikan petugas benar-benar datang dan benar-benar menemukan pagar tertutup, lalu mencatat kondisi itu apa adanya. Dia tidak bisa membuat stand meternya terlihat.

Petugas perlu ponsel yang layak. Dan perlu mau memakainya. Ini bagian yang paling sering diremehkan waktu memutuskan dan paling sering jadi alasan waktu gagal.

Yang biasanya ditanyakan sebelum memutuskan

Bagaimana kalau AI-nya salah baca angkanya?
Memang kadang salah, terutama pada meter yang kacanya buram atau berembun. Karena itu dia tidak pernah memutuskan sendiri dan tidak pernah menerbitkan rekening. Hasil bacanya diadu dengan angka petugas; yang cocok lewat, yang berbeda naik ke meja orang. Kalau datanya kurang, dia mengatakannya dan menolak menjawab, bukan menebak.
Sinyal di wilayah kami tidak merata
Aplikasi lapangannya menyimpan hasil kerja di ponsel lalu mengirimkannya sendiri begitu sinyal kembali. Petugas tidak perlu memikirkan kapan itu terjadi.
Apa bedanya dengan memasang meter pintar saja?
Meter pintar menjawab masalah pertama dengan sangat baik dan masalah kedua ikut hilang karena tidak ada lagi yang membaca. Kalau anggarannya ada, itu pilihan yang bagus. Tapi harganya per sambungan, dan buku kinerja tadi menyebut 72,8 persen Perumda bahkan belum sanggup mengganti 15 persen meter biasa per tahun. Jalur foto ini untuk yang ada di kelompok itu.
Data pelanggan kami ikut keluar?
Aksesnya dibatasi per peran dan per wilayah, dan tiap perubahan tercatat siapa yang melakukannya. Soal di mana datanya disimpan, itu keputusanmu dan pantas ditanyakan sebelum tanda tangan, ke siapa pun vendornya.

Uji sendiri bulan ini, tanpa membeli apa pun

Kamu tidak perlu sistem untuk mengetahui seberapa besar masalah kedua di tempatmu. Cukup satu rute dan satu ponsel biasa.

  • Pilih satu rute, minta petugasnya memotret tiap stand meter bulan ini. Pakai kamera ponsel biasa. Belum perlu aplikasi apa pun.
  • Cocokkan sendiri lima puluh foto itu dengan angka yang dia setorkan. Hitung berapa yang berbeda. Angka itu, apa pun hasilnya, jauh lebih berharga daripada dugaan siapa pun di rapat.
  • Catat juga kondisi fisik tiap meter dari fotonya. Buram, tertimbun, jarum tidak bergerak. Setengah hari kerja, dan kamu pulang membawa daftar antrean penggantian meter yang selama ini tidak ada.
  • Lihat jam pengambilan tiap foto. Kalau lima puluh foto diambil dalam rentang dua puluh menit, rutenya perlu dibicarakan. Bukan orangnya, rutenya dulu.
  • Bandingkan hasilnya dengan jumlah protes tagihan dari rute yang sama. Cara membaca hubungan keduanya saya tulis di tulisan soal tagihan yang diprotes, dan soal bobotnya di penilaian kinerja ada di tulisan soal nilai kinerja.

Kalau selisihnya ternyata besar

Berarti masalahmu ada di bacaan, bukan di alat, dan itu kabar bagus karena jauh lebih murah diperbaiki daripada mengganti meter sekabupaten. Kirim saja hasil uji satu rute tadi dan jumlah sambunganmu. Kalau menurut saya selisihnya masih wajar dan belum perlu sistem apa pun, itu yang akan saya bilang.

Satu rute, satu bulan, satu sore untuk mencocokkan. Sesudah itu kamu tidak perlu lagi berdebat soal apakah foto bisa dipercaya, karena kamu sudah punya angkanya sendiri.

Sumber

  1. Direktorat Air Minum, Buku Kinerja BUMD Air Minum 2024
  2. Kementerian PUPR, BPPSPAM perkenalkan penurunan NRW lewat kontrak berbasis kinerja
  3. Wiedilaksono dkk, Strategi Penurunan Tingkat Kehilangan Air di Perumda Air Minum Tirta Moedal, JPII 2025
  4. Halaman produk Aqora

Tulisan lain

Satu rute sudah cukup untuk tahu

Minta satu petugas memotret tiap stand meter bulan ini, lalu cocokkan lima puluh foto itu dengan angka yang dia setorkan.

Chat WhatsApp
Chat WhatsApp