Diagnosa
Websitemu Sudah Jadi Tapi Tidak Ada yang Chat. Sebelum Bikin Ulang, Cek Dulu yang Mana yang Rusak.
Sepi karena tidak ada yang datang dan sepi karena yang datang tidak jadi menghubungimu itu dua penyakit berbeda. Obatnya juga beda, dan empat obat pertama gratis.
Isi tulisan
Keluhannya hampir selalu sama bunyinya: websitenya sudah jadi, sudah dibayar, sudah ada di internet, tapi tidak ada satu pun orang yang menghubungi. Yang berbeda-beda justru penyebabnya. Dan menebak penyebabnya sembarangan berarti kamu membayar dua kali untuk masalah yang sama.
Satu hal perlu dipisahkan lebih dulu, karena dari sisimu, dua penyakit di bawah ini kelihatan persis sama.
Dua jenis sepi yang dari luar kelihatan sama
- Sepi pengunjung
- Halamanmu jarang atau tidak pernah dibuka orang. Yang bermasalah bukan halamannya, melainkan cara orang menemukannya. Mau isinya sebagus apa pun, tidak ada yang membacanya.
- Sepi percakapan
- Orang membuka halamanmu, lalu pergi tanpa menghubungi. Di sini yang bermasalah halamannya sendiri. Menambah pengunjung cuma menambah jumlah orang yang pergi.
Memisahkannya tidak butuh alat berbayar. Kalau kamu sudah memasang Google Search Console, angkanya ada di sana. Kalau belum, pakai cara paling kasar: buka Google, ketik site: lalu alamat websitemu tanpa spasi di antaranya. Kalau tidak ada satu pun hasil yang keluar, halamanmu belum ada di Google sama sekali, dan penyakitmu jenis pertama.
Contohnya begini
Kalau alamat websitemu warungbuderi.com, yang kamu ketik di kotak pencarian Google adalah site:warungbuderi.com. Yang keluar adalah daftar halamanmu yang sudah dikenal Google. Kosong berarti belum dikenal sama sekali.
Kalau yang datang saja tidak ada
Empat sebab berikut hampir selalu jadi jawabannya, dan tiga di antaranya bisa kamu bereskan sendiri sore ini.
- Halamanmu memang belum masuk Google. Kalau pencarian site: tadi kosong, berhenti di sini dulu. Daftarkan dulu ke Google Search Console dan kirim sitemap-nya. Selama langkah ini belum dikerjakan, semua perbaikan lain tidak ada gunanya.
- Halamannya baru tayang. Ini bukan kerusakan, ini menunggu. Halaman baru tidak langsung muncul walau semuanya sudah benar.
- Usahamu belum ada di Google Maps. Untuk usaha yang punya tempat, ini biasanya sumber pengunjung terbesar, lebih besar daripada websitenya sendiri. Mendaftarkannya tidak berbayar dan bisa kamu kerjakan sendiri.
- Halamanmu cuma menyebut nama usahamu. Orang yang belum kenal tidak mencari namamu, dia mencari barangnya: nasi kotak untuk kantor, servis AC di dekat sini, sewa tenda pernikahan. Kalau kata-kata itu tidak ada satu pun di halamanmu, kamu cuma bisa ditemukan orang yang sudah tahu kamu.
yang wajar ditunggu sejak sebuah halaman didaftarkan sampai Google benar-benar membacanya. Google sendiri menyebut angka itu, dan menyebutnya sebagai hal yang biasa, bukan sebagai gangguan.
Halaman Ask Google to recrawl your URLs di Google Search Central. Kalimat aslinya: Crawling can take anywhere from a few days to a few weeks.
Angka itu penting supaya kamu tidak salah menyimpulkan. Website yang baru tayang dua minggu dan belum ramai bukan website yang gagal. Yang perlu diperiksa adalah apakah langkah pendaftarannya memang sudah dikerjakan, bukan apakah desainnya kurang bagus.
biaya mendaftarkan usahamu di Google Business Profile sekaligus menghubungkan websitemu ke Google Search Console. Keduanya alat resmi Google dan tidak punya versi berbayar.
Bantuan Google Business Profile. Google juga menyatakan terpisah bahwa tidak ada pembayaran yang bisa membuat sebuah situs dirayapi lebih sering atau diberi peringkat lebih tinggi.
Kalau yang datang ada, tapi tidak ada yang chat
Penyakit jenis kedua lebih menjengkelkan, karena semuanya kelihatan berjalan. Pengunjung masuk, halaman terbuka, lalu tidak terjadi apa-apa. Tiga sebab berikut sudah mencakup hampir semuanya.
- Halamanmu terlalu lama baru terbuka. Orang yang menyerah menunggu tidak meninggalkan jejak apa pun, jadi kebocoran ini yang paling sulit kamu rasakan. Cara mengukurnya sendiri ada di tulisan soal website lambat.
- Pertanyaan yang paling ingin dia tahu tidak dijawab. Harga, lokasi, jam buka, dan apakah kamu melayani daerahnya. Orang yang tidak menemukan salah satu dari empat itu biasanya menutup halaman, bukan bertanya. Daftar lengkapnya ada di isi minimum sebuah halaman usaha.
- Tombol WhatsApp-nya menyerahkan kalimat pertama ke pengunjung. Membuka chat kosong lalu harus mengarang kalimat pembuka itu hambatan yang nyata, dan hambatan itu bisa dihapus dengan satu baris tautan. Caranya ada di menyambungkan website ke WhatsApp.
Urutan memperbaikinya, yang gratis dulu
Urutan ini bukan selera. Empat langkah pertama tidak berbiaya dan tidak butuh orang lain, jadi tidak masuk akal melewatinya untuk langsung ke yang mahal.
| Langkah | Biaya | Kapan terasa |
|---|---|---|
| Daftar ke Search Console, kirim sitemap | Rp 0 | 1 sampai 3 minggu |
| Klaim dan lengkapi Google Business Profile | Rp 0 | Beberapa hari |
| Tambahkan harga, lokasi, dan jam buka | Rp 0 | Langsung |
| Isi pesan pembuka di tautan WhatsApp | Rp 0 | Langsung |
| Perbaiki kecepatan halaman | Kadang perlu bantuan | Sehari |
| Bangun ulang halamannya | Paling mahal | Sekitar seminggu |
Perhatikan di mana letak baris terakhirnya. Kalau ada yang menawarkan membangun ulang websitemu sebelum lima baris di atasnya diperiksa, dia sedang menjual, bukan mendiagnosis. Kadang membangun ulang memang jawabannya, tapi itu kesimpulan, bukan tawaran pembuka.
Kirim alamatnya, saya buka sekarang
Tempel alamat websitemu di WhatsApp. Saya buka, saya cek yang tujuh tadi, lalu saya balas yang mana yang kena. Tidak ada biaya, dan kalau perbaikannya bisa kamu kerjakan sendiri, itu yang saya bilang.
Chat WhatsAppTiga hal yang biasanya tidak menolong
- Ganti desain. Desain jarang jadi sebab utama halaman usaha sepi. Halaman sederhana yang menjawab harga dan lokasi mengalahkan halaman cantik yang tidak menjawab keduanya, hampir selalu.
- Beli backlink. Membeli tautan dari situs lain untuk menaikkan peringkat termasuk yang dilarang Google dan bisa membuat situsmu justru diturunkan. Uangnya lebih baik dipakai untuk foto yang layak.
- Menulis blog tiap hari tanpa arah. Tulisan menolong kalau menjawab pertanyaan yang memang diketik orang. Tulisan yang isinya kabar internal usahamu tidak dicari siapa pun, dan menerbitkannya tiap hari tidak mengubah itu.
Satu kalimat untuk dibawa pulang: sebelum mengganti apa pun, cari tahu dulu halamanmu sepi pengunjung atau sepi percakapan. Dua kata itu memisahkan perbaikan yang gratis dari perbaikan yang mahal, dan sebagian besar orang membayar yang mahal duluan karena tidak pernah memisahkannya.
Sumber
Tulisan lain
- Kecepatan Websitemu Butuh Lima Detik untuk Terbuka. Setengah Calon Pembelimu Sudah Pergi Sebelum Melihat Harganya. Tidak ada notifikasi ketika seseorang menyerah menunggu halamanmu terbuka. Yang kamu lihat cuma pesan yang tidak pernah masuk. Ini cara mengukur kebocoran itu, dan menambalnya.
- Isi halaman Sembilan Hal yang Harus Ada di Website Usahamu. Delapan di Antaranya Tidak Ada Hubungannya dengan Desain. Daftar isi minimum sebuah halaman usaha, disusun dari pertanyaan yang benar-benar ditanyakan orang sebelum dia memutuskan menghubungimu.
- Percakapan Tombol WhatsApp di Websitemu Sudah Benar. Yang Salah Kalimat Pertama yang Harus Diketik Pengunjung. Sembilan dari sepuluh pengguna internet di Indonesia ada di WhatsApp. Kesulitannya bukan membawa mereka ke sana, melainkan membuat mereka tahu harus menulis apa.